Pengembangan kawasan superblok Rasuna Epicentrum yang berlokasi di jantung bisnis Jakarta, nantinya akan menjadi kawasan terpadu dan terintegrasi paling luas di Ibukota.

Hebat yah.. Gedung yg keren.. dan suasana rasuna epicentrum jg asri, ga terlalu banyak polusi, pertama kali mau masuk ke gedung ini saya sempet memandang2 keatas liat2 bentuk gedung yg keren. suatu saat kan ku ciptakan maha proyek pembangunan gedung yang menjadi icon baru kebanggaan Indonesia, hehe

Di atas lahan 53,5 ha, PT Bakrieland Development Tbk  membangun The Grove Condominium, The 18thResidence, Aston Rasuna Hotel & Residence, Epicentrum Walk, Bakrie Tower, dan Rasuna Office Park. Dengan berbagai peruntukan seperti, apartment, hotel, pusat belanja, perkantoran, tempat pertemuan, dan lainnya.

Pengembangan kawasan ini, merupakan jawaban terhadap permasalahan yang sering dihadapi warga Jakarta dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Terutama kemacetan lalu lintas, yang selama ini paling banyak menyita waktu, tenaga dan biaya.

Seperti dikemukakan Ferry S Supandji-Chief Marketing Officer  PT Bakrieland Development Tbk, masalah kemacetan yang saban waktu terjadi di sepanjang jalan Ibukota, membuat banyak warga mulai mempertimbangkan untuk tinggal di tengah kota yang tidak jauh dari tempat kerja.

Rasuna Epicentrum, ujar Ferry, hadir sebagai sebuah hunian terpadu yang memadukan aktivitas live, work and play bagi penghuninya. Pengembangan kawasan ini berorientasi pada keseimbangan lingkungan terbuka hijau dengan bentuk arsitektur yang progresif.

Ruang Publik Lebih Banyak

Konsep bangunan arsitektur di Rasuna Epicentrum menyerupai bangunan  di Hongkong, dengan mengurangi ruang-ruang lobby dan memperbanyak ruang publik. Lahan di depan gedung tidak dipakai sebagai tempat parkir melainkan untuk kegiatan publik.

“Ada konsep baru yang kita aplikasikan pada kompleks ini yakni intergrated basement, artinya seluruh basement saling berhubungan sehingga jika terjadi kemacetan di satu kawasan,  masih bisa menggunakan jalan lain. Inovasi ini juga mengurangi ruang-ruang untuk kendaraan di lantai dasar. Kita mencoba membangun sebuah kawasan besar  terpadu yang bisa menjadi percontohan bagi proyek-proyek besar di Indonesia,” ujar Ir M Ridwan Kamil-Principle Architect PT Urbane Indonesia yang dipercaya sebagai master planner kawasan Rasuna Epicentrum.

Selain memberikan alternatif transportasi kereta api, salah satu sumbangan Rasuna Epicentrum adalah memberdayagunakan sungai yang melewati kawasan ini dengan rekayasa engineering sehingga air sungai menjadi bersih dengan penerangan yang eksotik di malam hari.

Bangunan-bangunan yang ada di Rasuna Epicentrum sebelumnya terpecah-pecah.  “Kami mendesain kawasan ini dengan menyatukannnya dengan bangunan-bangunan yang sudah ada sebelumnya. Kita mencoba mendesain kawasan ini sebagai salah satu solusi memecahkan permasalah yang terjadi di Jakarta dengan model-model cluster, dimana orang yang tinggal bisa bekerja, berekreasi, dan berbelanja di satu tempat, dengan sistem pengamanan yang berlangsung 24 jam,” terang Ridwan Kamil.

Bila tujuan ini tercapai maka mobilitas warga untuk keluar kawasan menjadi terbatas, sehingga mengurangi kemacetan dan menghemat BBM. Dengan pola pembangunan kawasan, hubungan sosial menjadi terjaga, orang yang istirahat pada jam kantor bisa pulang makan, dan lainnya.

Karena lahan yang tersisa masih luas, maka selain membuat akses jalan, masih bisa dibuat sungai, menanam pohon-pohon yang besar dan meletakkan benda-benda seni. Para pejalan kaki merasa berada di alam. Sembari berjalan masih bisa mendengarkan suara air, memegang pohon dan melihat benda-benda seni.

Setiap Lantai Bergeser 15cm

Salah satu bangunan yang dalam proses penyelesaian adalah Bakrie Tower. Seperti dikemukakan Ir Fachrizal N MM-Project Manager PT Hutama Karya (Persero), pembangunan gedung Bakrie Tower memiliki beberapa kelebihan. “Kami baru pertama kali menangani pekerjaan struktur dengan ketinggian 216m.  Apalagi dengan model bangunan yang berbentuk twisting atau struktur yang berputar pada sumbu gedung, di mana setiap lantai ada pergeseran sekitar 0,47° atau sekitar 15cm.”

Pergeseran struktur bangunan tersebut terangnya,  terjadi pada tiga bagian  yaitu dari ground floor sampai dengan lantai 17 berputar ke kanan. Diteruskan  lantai 17 sampai lantai 33 berputar ke kiri, kemudian dari lantai 33 hingga lantai 48  berputar kembali ke kanan.

Dengan desain yang berputar di setiap lantai,  gedung menjadi seperti dipelintir. Model bangunan seperti ini belum ada di Jakarta, dan bukan tidak mungkin jika Bakrie Tower akan menjadi ikon di Indonesia karena bentuknya yang unik, tambah Fachrizal.

“Pekerjaan besar lain yang kami kerjakan adalah pengecoran raft pondation setebal 3m, yang  menghabiskan beton 10.000m³, besi 3500 ton, dan besi beton 4500 ton. Pengecoran itu dikerjakan selama 3 hari 2 malam tanpa henti atau sekitar 57 jam, dengan memakai 6 pompa dan 2 pompa stanby,” ujar Ir Bambang Sarjoko-Deputy Operasional Project Manager PT Hutama Karya (Persero).

Tower setinggi 50 lantai yang dilengkapi dengan helipad itu menelan dana ±Rp 600 miliar. Menurut rencana pembangunannya akan rampung pada Oktober tahun 2008, dari rencana semula pada bulan Desember.

Lingkup pekerjaan yang ditangani PT Hutama Karya (Persero) meliputi: pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP). Pekerjaan struktur meliputi pondasi bored pilesheet pile,basement dan struktur tower.

Facade yang Rumit

Pekerjaan arsitektur meliputi pekerjaan facade, plafond, corridor dan pekerjaan ground floor. Pada bidang ini pekerjaaan facade merupakan pekerjaan yang cukup rumit sehinga memerlukan perhatian khusus. Untuk Bakrie Tower pekerjaan facade ini dibagi menjadi 2 sistem yakni sistem stick dari lantai ground floor sampai dengan lantai 4 terdiri dari 760 panel dan sistem unitized terdiri 7200 panel.

Teknik pelaksanaan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama lantai 5 sampai lantai 16, dimana tiap lantai membutuhkan 152 panel dan ada perbedaan sebanyak 39 tipe panel untuk tiap lantai. Tahap kedua dari lantai 17 sampai lantai 33, tiap lantai memerlukan 152 panel, dimana ada perbedaan sebanyak 79 tipe panel untuk tiap lantai. Terakhir tahap ketiga dari lantai 34 hingga lantai 48, setiap lantai membutuhkan 152 panel,  dimana ada perbedaan sebanyak 79 tipe panel pada tiap lantai.

Sementara itu, Ir Widi Satmoko, MEP Manager ME-PT Hutama Karya (Persero) mengatakan sistem pendingin pada proyek Bakrie Tower menggunakan instalasi chiller dengan total kapasitas 4000 TR (ton rate) dan menggunakan HET (heat exchanger) sebagai media transfer pendinginan chilled water dari lantai 17 sampai lantai 50.

Selain itu imbuhnya, untuk penerangan dipakai instalasi tegangan menengah dan rendah, dengan memasang mesin genset 2000 KVA  sebanyak 5 unit. Peralatan ini mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik Bakrie Tower. Agar kemampuan daya listrik stabil dipasang 12 unit trafo 200 KVA.

Gedung perkantoran ini dilengkapi dengan peralatan canggih seperti full addresable fire alarm, IP TV, VOIP, internet, sound systembuilding automation system, dan lainnya.

Sedangkan untuk elevator kata Widi, dibagi dalam  3 zone yaitu  low zone di ground floor ke lantai 17 (6 unit),midzone dari lantai 17 ke lantai 33 (6 unit), high zone dari lantai 33 ke lantai 47 (6 unit), lift service dari B4 sampai  roof (1 unit), lift VIP dari lantai B1 sampai roof (1 unit), dan lift parkir dari B4 sampai ground floor (2 unit). Untuk menjamin keamanan dipasang CCTV di koridor-koridor setiap lantai yang dihubungkan dengan sentral keamanan Rasuna Epicentrum.

Nama: Bakrie Tower

Klien: PT Bakrieland Development Tbk

Lokasi: Kompleks Rasuna Epicentrum, Jakarta

Master Planner: PT Urbane Indonesia

Kontraktor Utama: PT Hutama Karya (Persero)

Luas lahan: 53,5 ha

Tinggi: 50 lantai (216 meter)