fajar pagi yang khas
dingin subuh menusuk tulang
sepanjang ku memandang
terbentang hijau kehidupan

itulah keyakinan dan harapan
tumpuan semangat berpijar
mengingatkan pada tugas mulia

tiba gelincir diatas cakrawala
debu beterbangan terasa segar,
aroma kotoran menyengat sangat nikmat,
juga panas terik sejuk-sejuk saja

karena tenang dan tentram
nan terhiasi senyuman
itulah kedamaian
meski tak menjamin besok kan makan
lagi dengan senyum semua terkalahkan


imam