Rendang mungkin tidak bisa bertahan cukup lama. Pasalnya, makanan ini jenisnya basah dan mengandung santan. Satu-dua hari bisa jadi sudah basi dan tidak lezat lagi untuk disantap. Namun, ada cara lain menikmati rendang dengan cara baru. Yaitumemakannya dengan cara kering.  Jadilah kemudian rendang kering yang lebih lama masa kadaluarsanya.

rendang kering

Rendang kering banyak dibuat masyarakat di Kota Payakumbuh. Kota di Sumatra Barat ini tampaknya “kejatuhan bulan” setelah  beberapa waktu lalu menu rendang dinilai sebagai salah satu makanan terlezat sedunia versi CNN Go. Pasalnya, omset penjualan rendang kering di kota ini turut menanjaksetelah ada kabar tersebut.

Rendang kering lebih banyak ditemukan di Jalan Tan Malaka kilometer 4 di Kota Payakumbuh. Banyak penjual rendang kering yang menunggu pelanggan di sana. Kala hari libur tiba, daerah ini kerap menjadi sasaran wisatawan untuk berbelanja oleh-oleh.

Meski tanpa kuah, rendang kering tetap enak untuk dimakan. Rasanya agak renyah dan lebih kering. Jenisnya pun beraneka ragam. Karena, pengrajin rendang kering di Payakumbuh ini cukup kreatif memadukan berbagai bahan untuk dijadikan rendang. Misalnya rendang daging suir, telur, paru, sampai ubi kayu.

Beberapa jenisnya mungkin tampak seperti abon. Pada rendang kering daging suir, misalnya, punya potongan suiran lebih tebal. Bentuknya ada pula yang menyerupai srundeng untuk jenis rendang paru. Sementara itu, rendang telur kering rasanya seperti kerupuk.

Soal harga bervariasi tergantung dari jenisnya. Harga mulai dari Rp 8 ribu sampai Rp 35 ribu per bungkus ukuran 200 gram. Paling murah adalah rendang ubi kayu kering dan yang mahal yaitu rendang kering dengan bahan utama daging. Dan, daya tahan rendang kering mampu mencapai masa enam bulan.

sidominews