Seringkali kita dihadapkan pada musibah yang membuat kondisi keuangan kita terguncang seperti kecelakaan yang membuat salah satu anggota keluarga meninggal atau dirawat di rumah sakit mobil rusak atau mogok saudara dekat terkena serangan jantung atau pemutusan hubungan kerja.

Dalam keadaan seperti ini kita mutlak membutuhkan dana darurat atau emergency fund yaitu sejumlah dana simpanan yang bisa kita gunakan dengan segera untuk bertahan hidup ketika kita dalam keadaan tak bisa mencari nafkah.

Dalam banyak kasus mereka yang memiliki dana darurat berada dalam keadaan yang lebih baik daripada mereka yang tidak memiliki dana darurat. Mereka yang tidak memiliki dana darurat cenderung berutang atau menarik dana tunai dari kartu kredit untuk mengatasi keadaan yang justru malah memperparah keadaan finansial mereka. Itulah sebabnya mengapa dana darurat itu penting bahkan untuk mereka yang masih berstatus mahasiswa. Tapi sayangnya kebanyakan kita belum berpikir untuk memiliki dana tersebut. Padahal risiko yang harus dihadapi bila kita tak memiliki emergency fund cukup atau bahkan sangat besar.

Anda bisa menyisihkan dana darurat dengan menabung di bank. Bukalah rekening baru khusus untuk dana darurat. Selanjutnya jadikanlah menabung di rekening dana darurat sebagai kebiasaan. Anda bisa menabung setiap pekan, dua pekan atau setiap bulan. Itu terserah Anda. Yang penting buatlah jadwal dan patuhi. Percayalah, begitu memulai kebiasaan ini Anda tidak akan merasa berat dan sulit lagi.

Meskipun diletakkan di rekening tabungan dana darurat itu harus lebih sulit diakses oleh Anda sendiri. Tujuannya adalah agar dana tersebut tidak terpakai untuk keperluan Anda yang lain. Caranya antara lain adalah dengan tidak meminta fasilitas kartu ATM untuk rekening di bank tersebut serta tidak menggunakan fasilitas internet banking maupun mobile banking untuk rekening itu. Dengan taktik ini Anda masih bisa mengakses rekening sehingga Anda harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum melakukan penarikan dana.

Beberapa bank menyediakan produk rekening tabungan dengan target dana minimal. Dana di rekening ini tidak bisa ditarik kecuali pada jangka waktu tertentu misalnya setelah setahun. Bila bank Anda menawarkan produk ini Anda bisa memanfaatkannya untuk rekening dana darurat.

Menurut para pakar keuangan hal pertama yang harus Anda lakukan setelah berhasil memenuhi kebutuhan dasar adalah mengurangi pengeluaran dan setelah itu menabung untuk dana darurat. Dari segi prioritas kita harus mendahulukan emergency fund daripada investasi karena kita harus memiliki jaminan terhadap kelangsungan hidup apabila terjadi sesuatu dalam hidup kita. Dana darurat adalah andalan Anda ketika terjadi masalah keuangan yang membuat Anda membutuhkan dana tunai dalam waktu singkat.

Dana ini seharusnya merupakan harta karun yang mudah diperoleh dalam keadaan darurat. Jadi tidak boleh digunakan untuk membeli mobil baru, membeli play station atau mendesain ulang kamar mandi Anda. Dana darurat hanya boleh digunakan dalam keadaan darurat. Saat menabung dana darurat, pastikan Anda juga mengurangi pengeluaran Anda dan menghindari berutang.

Rencana pelunasan utang akan membebaskan Anda dari utang saat ini. Dana darurat akan membuat Anda terhindardari utang. Dan dana darurat yang dikelola dengan baik akan membebaskan Anda dari utang selamanya.

Contoh kasus Alex di Palembang.

 Bu Rina, saya dan keluarga sudah punya asuransi jiwa dan kesehatan. Apakah masih perlu punya dana darurat?

 Jawaban:

Pak Alex, meskipun anda adalah peserta asuransi dan sebagian kebutuhan darurat  anda diperkirakan bisa ditutup oleh klaim asuransi bisa jadi anda tetap membutuhkan banyak uang tunai dalam waktu singkat saat kondisi darurat. Biaya perbaikan mobil yang rusak, renovasi rumah yang hancur dan biaya pemakaman adalah biaya-biaya yang biasanya harus dibayar tunai di muka dan tak bisa menunggu sampai proses klaim asuransi selesai.

Katakanlah kondisi darurat anda adalah sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit selama sebulan. Bila anda tak memiliki emergency fund dan klaim asuransi anda tak menutup semua biaya pengobatan mungkin anda akan terpaksa memakai tabungan dan gaji bulan terakhir untuk biaya rumah sakit. Dan sebagai akibatnya anda tak bisa membayar tagihan listrik dan telepon tidak bisa membeli bahan makanan sehari-hari tidak bisa membayar uang sekolah anak-anak dan lain-lain.

Bila sakit anda tak kunjung sembuh dan harus dirawat selama beberapa bulan maka anda akan  berutang untuk membayar rumah sakit serta membayar biaya hidup orang-orang yang ada dalam tanggungan anda. Dan untuk membayar semua utang itu anda mungkin terpaksa harus meminta istri atau anak untuk membayar lunas utang-utang anda. Padahal sebagai orang yang ada dalam tanggungan belum tentu mereka memiliki penghasilan. Bisa jadi istri atau anak anda itu pun harus berutang ke tempat lain lagi untuk membayar utang-utang anda. Besar sekali risikonya bukan? Saya yakin anda tak ingin hal seperti itu terjadi.

Karena itu tetap disarankan Anda untuk mulai menyisihkan dana darurat.

Beberapa persyaratan tempat untuk menyimpan dana darurat.

 1. Mempunyai tingkat bunga yang layak

2. Tanpa biaya

3. Tidak terlalu mudah diakses

4. Tidak terlalu sulit diakses

5. Tidak menghilangkan nilai pokok investasi

Berdasarkan kriteria di atasada beberapa pilihan tempat penyimpanan emergency fund. Misalnya saja di rekening tabungan, giro, reksadana pasar uang dan deposito berjangka. Khusus untuk tabungan, bukalah rekening tabungan yang terpisah dari rekening pemasukan dan pengeluaran rutin anda. Maksudnya agar emergency fund anda tidak tersedot untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

Yang penting simpanlah dana darurat Anda dalam bentuk yang mudah dicairkan agar bisa memperoleh dana tunai dalam keadaan darurat. Tidak disarankan Anda untuk menyimpan dana darurat dalam bentuk saham karena tingkat risiko yang tinggi pada saham bisa membuat Anda malah kehilangan seluruh dana Anda dalam waktu singkat.

Bila Anda ingin menyimpan emergency fund dalam bentuk investasi, ingatlah bahwa emergency fund berbeda tujuannya dengan berinvestasi biasa. Karena itu saya menganjurkan anda untuk berinvestasi dalam bentuk likuid atau mudah dicairkan, di tempat yang aman yang mudah diambil dan yang tidak membuat dana kehilangan nilai pokok investasinya.

Pertimbangkanlah hal-hal berikut ini dalam memilih produk investasi untuk emergency fund anda:

Pertama pilih investasi berjangka pendek maksimal 1 tahun. Karena bila anda menaruh dana di investasi berjangka lebih dari 1 tahun maka emergency fund anda akan terpengaruh risiko pasar.

Kedua pilih investasi dengan risiko kredit yang rendah. Tabungan, deposito, SBI dan obligasi pemerintah berjangka waktu 3 bulan mempunyai tingkat risiko gagal bayar yang rendah.

Ketiga perhatikan biayanya. Menyimpan dana di bank mungkin paling rendah biaya administrasinya  namun harus diperhitungkan pula potongan pajaknya. Reksadana Pasar Uang dan produk pasar uang lainnya biasanya juga dikenakan biaya pembelian,  penjualan kembali dan management fee. Semakin rendah biayanya, tentu semakin baik karena tidak akan mengurangi return investasi terlalu banyak

Terakhir jangan memiliki emergency fund terlalu banyak. Mengapa? Karena dana anda disimpan di tempat yang bunganya kecil atau bahkan tidak menghasilkan bunga sama sekali. Itu berarti dana anda tersebut tidak produktif.

Berinvestasi untuk membentuk dana cadangan memang tidak terlalu menarik sebab tidak membuat Anda kaya namun juga tidak membuat Anda miskin. Investasi dalam dana cadangan minimal tidak akan membuat anda kehilangan nilai pokok investasi Anda tapi paling tidak pertumbuhan dalam dana cadangan bisa menyamai inflasi bahkan kadang-kadang bisa juga diatas inflasi. Yang pasti investasi pada dana cadangan tidak membuat Anda sulit tidur. Ingat khusus untuk dana cadangan bukan return investasinya yang penting tetapi bagaimana agar simpanan kita bisa kembali utuh.

 

Contoh kasus Pak Joni di Palangkaraya.

Seberapa banyak dana yang harus disisihkan untuk emergency fund?

Jawaban:

Pak Joni menurut para pakar keuangan jumlah ideal dana darurat minimal adalah 3 kali jumlah pengeluaran Anda sebulan atau Anda bisa mempersiapkan 6 kali jumlah pengeluaran Anda sebulan. Pilihlah yang paling nyaman untuk Anda.

Namun hal itu pun tergantung pada beberapa faktor lain misalnya apakah Anda sudah punya anak atau belum apakah Anda masih punya utang dan cicilan atau tidak dan apa jenis asuransi yang sudah Anda miliki. Pelajarilah keadaan Anda sendiri — berapa penghasilan Anda, dan apa kebutuhan Anda -– untuk memutuskan berapa besar jumlah dana yang harus Anda sisihkan. Semakin banyak tanggung jawab Anda, semakin besar jumlah dana darurat yang Anda butuhkan.

Untuk orang yang memiliki pekerjaan dengan tanggung jawab rata-rata dana darurat sebesar 3 bulan pengeluaran mungkin mencukupi. Sedangkan orang yang memiliki tuntutan karier lebih besar seperti manajer dan eksekutif berpenghasilan besar atau pasangan suami-istri yang bekerja di industri atau perusahaan yang sama, mungkin memerlukan dana darurat sebesar 9 sampai 12 bulan pengeluaran. Keamanan finansial adalah permainan yang dimenangkan oleh mereka yang paling siap menghadapi masa-masa krisis.

Mengapa Anda harus menyisihkan minimal 3 bulan pengeluaran? Hal ini terkait dengan kondisi terburuk seperti kehilangan sumber penghasilan secara tiba-tiba. Meskipun pencari nafkah dalam keluarga tiba-tiba kehilangan pekerjaan keluarga Anda tetap harus membayar tagihan-tagihan bulanan. Dan besar kemungkinan pencari nafkah keluarga Anda harus menghabiskan waktu beberapa bulan untuk mendapatkan sumber penghasilan baru. Dalam keadaan tanpa penghasilan seperti itulah dana darurat bisa digunakan untuk membayar tagihan serta cicilan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pak Joni bila Anda belum mempunyai dana darurat dan merasa sulit untuk menyisihkan dana maka mulailah menyisihkan dana dalam jumlah kecil namun berkala misalnya seminggu sekali. Dengan cara itu, Anda akan merasa lebih mudah untuk mulai menabung dana darurat. Setelah beberapa pekan Anda tidak akan terlalu menyadari bahwa sebagian uang Anda sudah “hilang” dalam tanda kutip. Dan bila kondisi ini sudah tercapai Anda bisa menambah jumlah dana yang Anda setorkan ke rekening dana darurat. Nah Pak Joni selamat menabung.

sumber website uang anda dan Tips Menyisihkan Dana Darurat eps 25