Menulis jurnal atau catatan harian tak hanya baik untuk anak remaja yang ingin mencurahkan isi hatinya. Menulis jurnal/buku harian juga bisa membantu mendorong karier.
Menurut Jenna Britton dari The Daily Muse, menulis jurnal bisa menjadi cara untuk menghadapi beberapa isu, menganalisis tempat kerja, serta membantu perkembangan karier. Berikut ini alasannya:

1. Mencatat ide-ide bagus
Kecemerlangan tak selalu datang ketika diperlukan. Seringnya, ide terbaik bisa datang sebelum tidur, saat masak, saat mandi, dan lainnya.
Supaya tidak lupa, cobalah untuk selalu mencatat ide-ide segar  Anda, walau sepele. Agar tidak repot karena harus dibawa ke mana-mana, gunakan buku kecil. Dengan jurnal kecil, Anda bisa menuliskan pikiran-pikiran sesegera mungkin sebelum terlupa sebelum disuarakan kepada atasan atau orang lain. Sering pula, saat mencatat di jurnal, justru muncul ide-ide baru lainnya.

2. Belajar dari pelajaran
Ada nilai tersembunyi dari pengalaman, bisa dalam bentuk baik maupun buruk. Ketika Anda berhasil mendapatkan klien saat presentasi atau si klien kabur karena presentasi yang buruk, jangan lupa untuk menulis pelajarannya.

Dengan menulis segala yang berhasil dan gagal dilakukan, Anda jadi memaksa diri untuk menganalisis sesuatu. Dengan begini, artinya Anda menyiapkan diri untuk sukses.

3. Saran-saran dari orang yang dipercaya
Setiap orang pasti punya orang yang dihormati dan dianggap penting, baik dari dalam maupun luar kantor. Orang yang Anda hormati biasanya sering memberi masukan berarti untuk Anda. Masukan itu akan lebih berarti dan berguna bila dicatat agar bisa terus diingat dan digunakan, apabila memang baik untuk dilaksanakan.

Jadi, bila ada masukan, saran, kritik, atau hal-hal yang Anda anggap penting, bahkan dari lawan sekalipun, catat dan gunakan sebagai sumber ketika Anda sedang bergulat dengan keadaan pelik atau sekadar mencari inspirasi.

Kecenderungannya, orang akan ingin mengingat lagi nasihat atau kewibawaan yang diberikan oleh orang-orang hebat sepanjang hidup Anda, mungkin, suatu hari, nasihat itu bisa diberikan pula kepada anak/anak didik Anda.

4. Curhat
Jurnal juga bisa dijadikan tempat pelarian untuk mencurahkan isi hati seandainya Anda bingung ingin mengeluarkan uneg-uneg ke siapa.

Tak semua orang bisa dipercaya, tak semua orang juga bersedia mendengarkan isi hati Anda. Bukan berarti Anda harus menyimpan segala isi hati untuk diri sendiri, tetapi, kala keadaan tak memungkinkan untuk bicara kepada siapa pun, cobalah untuk menuliskan dalam jurnal. Mencurahkan isi hati di jurnal akan menjadi terapi yang aman.

Di dalam jurnal, tuliskan respon negatif yang Anda ingin berikan kepada kolega atau klien. Tuliskan berkali-kali, lalu lupakan.

5. Kumpulkan pujian
Mungkin rasanya seperti narsis, tetapi tak ada cara yang lebih baik untuk mengingat dan mendata apa saja pujian yang pernah Anda dapatkan selain di jurnal pribadi.

Manfaatnya cukup banyak, yakni; Anda jadi ingat apa saja  yang orang sukai dari diri Anda, terutama soal hasil kerja. Selain itu, pujian-pujian yang dicatat itu bisa jadi amat berharga dan menjadi dorongan yang mudah dan cepat di hari-hari yang sulit atau suram. Bila Anda diberikan pujian, kemungkinan terbesar karena Anda telah melakukan sesuatu yang benar dengan baik, jadi, tak ada masalah untuk menikmati dan mengingat kembali pujian itu, kan?

6.  Melihat masa depan
Gunakan hasil kerja yang Anda lakukan sekarang untuk melihat apa yang Anda ingin lakukan dan bisa lakukan di masa depan.

Dalam bukunya, The How of Happiness, periset dan profesor psikologi Sonja Lyubomirsky mengatakan, menghabiskan waktu 20 menit per hari untuk mendeskripsikan naratif sisi terbaik diri bisa menggali optimisme dan rasa bahagia. Latihan ini, mampu menggali diri mengenai apa yang hal terpenting dalam hidup, gol yang ingin dikejar, serta membayangkan apa yang akan dan ingin dicapai.

Ketimbang terjebak dengan rutinitas, coba pikir dan tuliskan kesempatan-kesempatan yang bisa membuat Anda berkembang. Gunakan hal ini untuk membentuk sebuah peta jalan hidup yang Anda buat dan memang Anda inginkan.

Dengan membagi pengalaman karier dan pikiran terdalam di ruang privat, Anda akan lebih mampu menganalisis profesi, merefleksikan pengalaman dan tujuan, serta melangkah seiring perkembangan karier.

http://www.beritasatu.com