image

image

Pasar tradisional lembang. Tapi bukan lembang yang di Bandung lho. Tepatnya di pinggir jalan raya Raden Fattah Ciledug Tangerang. Sebelah kiri jalan dari perempatan lampumerah Ciledug. Atau samping terminal bus lembang. Terminal sekedarnya karena bukan terminal besar seperti terminal yang lain.
Ya wajar saja namanya pasar tradisional, becek, bau, ramai dengan aktifitas tawar menawarnya juga tak lepas dari ibu-ibu sayuran sembako dll. Artinya sangat jarang dijumpai cewe manis imut disini. Hehe.. Ntah mengapa juga ya padahal sih perlu juga pasar yang becek nan bau ini diperindah sama yang begituan. Sambil nunggu para dewan dengan janji nya untuk mrnata pasar supaya lebih nyaman. Karena memang gadis cantik manis imut tempatnya di mall kan ya. Hehe.. Intinya sih bukan masalah cewe cantik, ini posting tentang pasar lembang ciledug.. Hmm.. Ga tahu ya sudah seberapa sering aku datang kemari belanja kencan sama mama tercinta. Sering banget. Sampai apal sama sudut-sudut nya. Apal sama tukang parkir nya.
Sama dengan pasar-pasar tradisional di tempat-tempat lain mungkin. Disini hujan ga hujan ya tetep becek.. Panas terik tetep becek. Karena kurang nya saluran air dan system pembuangan sampah nya yang masih buruk. Seperti yang kita ketahui sampah pasar turut mendominasi penimbunan sampah di TPA. Sampah pasar merupakan sumber sampah yang sampai sekarang sulit untuk dialokasikan dan di manajemen pengolahannya. Dipasar lembang ini yang aku tahu sampah segala macam ditimbun oleh petugas dengan bawa gerobak diangkut ke belakang. Untuk selanjutnya akan datang truk pengangkut sampah. Boro-boro melewati tahap pemilahan. Segala macam sampah pasar dari yang namanya plastic, tali rafia, botol, dan segala macem bahan organic bercampur disitu. Disepanjang jalan pasar lembang ini tak satu pun saya jumpai tempat sampah yang mencolok, maksudnya tempat sampah yang menarik perhatian kita sebagai penginjung agar membuang sampah disitu. Dari depan dipinggir- pinggir jalan pasar lembang (pinggir jalan raya) di dominasi oleh pedagang buah. Ada satu pedagang bunga, pedagang kulit ketupat dan toko plastik. Dan masuk ke dalam langsung didominasi pedagang sayur.. Mulai disini langsung tercium deh aroma khas pasar tradisional. Beceknya pasar ini mungkin karena selain tidak ada saluran air nya tapi juga para pedagang kelapa membuang air kelapa ke jalanan. Jalanan yang dilalui motor dan para pengunjung. Makin masuk kedalam ternyata makin becek dan sedap saja. Karna pasar lembang ini tidak terlalu besar juga di bagian belakang ada tempat prmotongan ayam. Ada tempat jualan ikan tapi kalau sudah malam kaya gini agak sepi. Ada juga tempat jual daging.
Selain itu pasar ini buka 24jam makin malam makin ramai. Karena agen agen sayur dan pembeli dengan jumlah besar belanja tengah malam atau pagi buta banget.
Intinya cukup asyik lah di pasar tradisional seperti lembang ini. Swasana indonesia banget. Suasana desa juga sih. Dan yang paling penting terasa damai. Semoga pasar lembah menjadi lebih baik.