Kita hanyalah manusia sederhana
Yang hanya butuh alasan-alasan sederhana
Untuk menangis
Untuk tersenyum atau tertawa
Sesederhana ku ingin kau ada
Untuk temani hari walaupun hanya sesapa “Hai”
Temani lelahmu yang menjadikan penghantar mimpi di malamku…
Dan cerita-cerita itu yang menjadikan senyumku esok pagi…
Sesederhana itu..
Tapi apakah sesederhana itu kah aku bisa memahamimu????
Mungkin tidak..
Bagiku kamu bukan manusia sederhana dengan segala keunikan yang kau punya
Kamu, impian dan duniamu…
Terasa abu-abu untukku…tertatah ku coba berjalan bersama
Mengapa kau tidak coba membuka pintu itu…sedikit saja
Bahkan jendela pun tak kau buat dari kaca hanya untuk sekedar mengintip
Mungkin disana ada dunia indah yang bisa ku nikmati…sedikit saja
Mengapa kau terlalu egois hingga membuatku ingin menangis
Mengapa dinding itu terasa tinggi dan kokoh untuk bisa kulewati
Mengapa semua menjadi pertanyaan?
Mengapa semua harus ada jawaban?
Aku berusaha mengerti mungkin kau juga tertatah
Aku berusaha mengerti mungkin kau juga belajar untuk kembali terbang
Dan aku selalu berusaha mengerti apapun tentang duniamu
Walaupun mungkin asumsi-asumsi terkadang ada dikepala
Dan mungkin kau tak peduli
Dan aku tetap berjalan diantara batas dua dunia
Ajari aku lebih memahamimu denga sederhana
Karena rasa ini ada karena-Nya
Hanya sesederhana itu..