Aku pernah mencintaimu…
dalam batas gerak dilenggangkan badan
ketika kakiku tak mampu mengejar bayangmu dalam kegelapan,
hanya tanganku berupaya meraih kelam
tapi kau terus saja berjalan
Aku pernah mencintaimu…
dalam batas tatap mata tak berkedip lebih
sesaat ku dapati genangan telaga itu begitu jernih
mengalir tak berkesudahan dalam pasang bola mata
meski aku pernah mencintaimu…
dengan segala yang kupunya nyatanya
aku tak kan bisa begitu saja melupakan begitu saja
bahkan sesaat angin ribut
menyerbu hatiku yang kusut
lelana

Iklan